Posted by: agung on: October 11, 2010
Tanggal 10 Oktober kemarin adalah salah satu tanggal penting bagi salah satu orang yang paling saya sayangi. Maka secara otomatis menjadi hari yang bermakna juga buat Saya. Kita jalan-jalan seharian, menghabiskan waktu bersama menjelajahi belantara ibukota. Melompat, berlari-lari kecil, berpindah-pindah antar moda transporatsi untuk mencari barang yang kalau ketemu akan saya berikan padanya sebagai kado.
Unsur surprisenya memang kurang terasa, tapi Saya pribadi cukup puas, karena tidak mudah pula ternyata menemukannya. Dan sangat puas, karena bisa (hampir) seharian bersamanya.
Sampai pada sore itu kita berada di salah satu toko buku di bilangan Semanggi. Beberapa bangku disusun tiga banjar. Di ujungnya ada dua bangku menghadap ke barisan bangku-bangku tadi. Di sebelah bangku yang nampaknya untuk pembicara ada stand banner, gambar Gde Prama ada disitu.
jadilah Saya bersama kekasih saya duduk di deretan bangku yag disusun tiga banjar tadi. Tidak beberapa kemudian Gde Prama datang, kita mendengarkan ulasannya tentang buku barunya (yg ke 30 sekian katanya), menarik, menggelitik, dan menenangkan.
Itulah kesan Saya, dan sepertinya kekasih saya juga terkesan, (kadang-kadang senyum, ketawa kecil dia, amboii..)
Saya menyempatkan diri untuk bertanya saat sesi tanya jawab dibuka, Saya menjadi penanya urutan ke empat, jadilah tidak berhak mendapatkan bonus buku Beliau (hanya urutan 1-3)
tapi Saya cukup puas atas jawaban Beliau.
“Pak Gde, bagaimana cara kita menyikapi segala ambisi dan keinginan kita saat ini sehingga tetap bisa mendapatkan ketenangan hidup, tidak terbebani olehnya..”
“Manusia dapat digolongkan menjadi dua pertama manusia spiritualitas, seperti Yesus atau Budha, pada usia 20 an tahun Mereka sudah meninggalkan keinginan atau hal-hal yang bersifat keduniawian. Yang ke dua adalah manusia biasa, Bagi manusia biasa hendaknya selalu berani mencoba segala kemungkinan dan peluang yang ada, tapi saat usia mencapai 40 tahun nanti itulah batasnya, anak muda merasa seperti pesawat tempur yg bisa kemana saja, setelah tua nanti barulah mereka sadar bahwa mereka hanya sebuah mobil tua,”
Sebelum 40 tahun marilah kita mencoba segala hal, bekerja lebih giat, belajar lebih keras, karena saat itu kita memang bisa menjadi apa saja yang kita inginkan.
iya mas….
percaya lah pasti membahagiakan tahun2 depan ^^
yup..
bismillah ya dek aktie.. ^^
October 11, 2010 at 12:03 pm
kemarin itu…hari yg komplit buat kita y mas..
terima kasih buat kadonya mamas…
semoga selamanya kita slalu bersama ya…amin
October 12, 2010 at 1:22 am
hehee…
amiinn..
selalu semangat ya dek aktie…
semoga milad tahun depan lebih indah lagi..